Senin, 26 Maret 2012

" CINTA dan SAYANG" (seri 1)


Dua kata ini adalah kata sederhanya yang setiap orang dapat menjabarkan makna yang ter*sirat* didalamnya. Kenapa saya mengatakan makna tersirat? Jawabanya adalah karena dua kata ini adalah kata yang mengibaratkan tentang suatu perasaan. And, menurut saya, perasaan seseorang itu tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata atau pun untaian bahasa lisan. Perasaan itu tidak sesepele kalimat “Gue Cinta banget sama Loe” atau “Sungguh, Cinta ini Membunuhku” ada yang lebih unik “Jika kau tak percaya Cintaku, belahlah dadaku ini”. Saya mulai berfikir, apakah CINTA itu adalah seorang pembunuh? Kalau begitu, lebih baik tidak punya perasaan, biar tidak bisa merasakan kejamnya CINTA itu.

Menurut saya, perasaan adalah suatu gejolak jiwa yang di rasakan oleh setiap manusia. Sepakat sekali dengan kalimat seperti ini “ Perasaan itu ada di hati, bukan di lisan ataupun mata.” Jadi saya sangat tidak setuju dengan argumen yang menyatakan “Jika lisanmu tak kuasa mengungkapkan cinta, biarkan matamu mengatakan apa yang ada di hatimu.” So? Sejak kapan tugas si mulut di lengserkan pada mata? Trus mulut ganti tugas buat mendengar dan telinga buat melihat gitu? Oh Filsafat banget coeey...

Oke lah, gak usah diperpanjang masalah lisan dan mata yang bertukar kewajiban ( baca : tugas ). Kalimat “Romantis” yang sering dikuasai remaja ABABIL Indonesia ini, ternyata lebih baik dari pada bahasa romantis yang ada di negara-negara Barat ( kaya Inggris dan Amerika lah,. ) temanya memang bukan tentang lisan dan mata yang bertukar tugas, tapi tentang kerja sama antara seluruh anggota badan dalam mengungkapkan suatu perasaan. Ekstrim bukan? Di Indonesia sudah terjadi penyelewengan tugas, eh ini di negara barat malah kerja sama tak lazim antara susunan tubuh untuk membantu tugas mulut, jangan-jangan di negara lain ada pelanggaran hak mulut? Atau malah pergantian posisi antara mulut dan hati? Betapa malangnya nasib si mulut ini, jika dia manusia pasti dia sudah menangis di depan Dinas Perlindungan HAM. Mari nyebut bersama-sama, but but but. . .

Sudahlah, biarkan manusia menggunakan apa yang Tuhan anugrahkan. Urusan bener atau gak, itu bukan urusan dan wewenang saya. Pesen saya sich jangan sampe terjadi pelanggaran Hak Hati Nurani ( nama ilmiah : otak ) dalam kehidupan pribadi anda. Saya juga tidak tau dan belum tau apa itu Hati Nurani, yang saya tau baru otak yang digunakan manusia untuk berfikir dan memberikan tugas kepada seluruh susunan tubuh, termasuk hati. Tapi banyak orang berkata, bahwa di Hati Nurani inilah PERASAAN yang sebenaar-benarnya bersarang ( kaya’ burung aja, bersarang J). Inilah salah satu alasan, kenapa saya berargumen kalau CINTA dan SAYANG itu tidak dapat di jelaskan dengan kata-kata atau untaian bahasa lisan. Karena, manusia itu punya nafsu, lalu apa hubungannya nafsu sama CINTA dan SAYANG? Apakah mereka bersahabat? Atau saudara yang terpisah? Hmmm mungkinkah mereka saling bermusuhan?

(Sambung seri 2)

0 komentar:

Posting Komentar