Kamis, 27 Oktober 2011

Jalur Apakah Ini?

Layaknya seorang anak ayam kehilangan induknya, tak tau arah kemana akan melangkah, tak tau kemana harus menuju, pilihan mana yang harus dipilih, ke kanan atau ke kiri? Utara atau selatan?
Sungguh hati dan fikiranku pun tak mampu menjawabnya. Tak ada yang mampu menjawabnya, semua pergi menjauh dari kesendirianku. Sungguh aku tak mampu tertawa ataupun menangis, hanya terdiam dengan seribu pertanyaan dalam dada, dengan rasa takut dan tak tau apa-apa.
Ku coba untuk melangkah, walau hati tak mampu berkata. Ku coba untuk memilih, walau tak tau apa yang ku pilih. Dalam bimbang aku terarah, kesuatu tujuan yang tak pernah aku tau kemana akan sampai. Aku melangkah dalam sebuah jalur yang tak pernah ku tau ada apa di ujung jalur ini.
Ku coba menengok kesamping kanan dan kiri, sunyi yang mencekam dalam kerumunan manusia. Apa gerangan yang mereka lakukan? Kenapa hanya kesunyian yang menyelimuti kerumunan itu? Entah apa yang mereka lakukan, mereka bergerak tanpa ada seorangpun yang tau apa yang mereka lakukan, mereka bergerak dalam kerumunan, namun tak ada komunikasi dalam kebersamaan tersebut, bagaikan dunia tanpa berita, kebersamaan itu terasa sunyi senyap, layaknya dunia yang mati.
Kembali aku melangkah, kembali aku lirik sekelilingku. Berisik...sungguh kerasnya gemuruh ini hampir memecahkan gendang telingaku. Semua orang saling debat, bola mata mereka nyaris keluar, semua suara bertabrakan jadi satu, apakah ini perang? Kenapa perang ini terasa aneh? Mereka tidak memakai senjata, hanya perdebatan panjang, namun mampu membunuh lawan, jenis perang apakah ini? Sungguh baru kali ini aku melihatnya,.
Ku percepat langkah, berharap tak ada yang melihatku, sungguh jantungku berdetak lebih cepat, tak mampu aku menahan berjuta rasa takut yang semakin menggerogoti. Jalur apakah ini? Baru saja aku memulai langkah , seakan dunia baru telah menyapa, kengerian, keanehan, keganjalan yang terlalu sulit untuk dianggap biasa. Entah jalur apa ini, entah kemana jalur ini akan membawaku, akankah aku seperti mereka? Bergerak diam-diam tanpa ada yang tau? Atau melakukan hal konyol dengan argumen yang mematikan? Akankah aku hanya menjadi penonton saja? Sejauh apa jalur ini? Dimana ujungnya? Sungguh, aku mulai takut di awal perjalananku. Semoga ada cuaca yang berbeda dalam langkahku selanjutnya, semoga ada keindahan yang dapat ku nikmati dalam perjalananku menuju ujung jalur yang ku pilih, semua ini baru awal, aku mulai memantapkan hati, untuk dunia baru yang menantang. Jalur apapun ini, ini pilihanku.

Perjuangan Tanpa Batas

sebuah lirik lagu dari group band Viera ini sungguh membuat jari-jariku tertarik untuk membuat note lagi, walau telah banyak orang yang membuat aku jera untuk menulis, tapi menulis adalah sebuah proses, tak mungkin bisa bagus dalam sekali ketikan...

ketika kau merasa mimpimu menjauh,
ketika harapanmu terasa kosong,
ketika semua impian terasa hambar,
ketika itulah, perjuanganmu mulai di uji...

mantapkan hati, walau terasa perih..
lapangkan dada, walau terasa beda,.
tatap satu ujung sebagai tujuan perjuangan,.
percayalah, semua pasti indah pada waktunya...

roda tak pernah berhenti berputar,.
ketika dibawah tetaplah berusaha untuk memutar roda, maka kita akan mulai maju ke atas,
ketika di atas, ingatlah, kita pasti akan mengalami rasanya berada di bawah..

so, tetap berjuang demi masa depan, karena hanya perjuangan kita yang mampu meraih sukses dimasa depan,
tetap berdoa, karena hanya ijin_Nya lah yang mampu mengIYAkan semua...

(L.E.B.A.Y)

entahlah....

malam ini, tak berbeda dengan malam-malam biasanya, tetap gelap, dijogja bintang tak berada di langit, tapi ada di lampu2 kota dan pemukiman penduduk. q mulai duduk dalam kasur lantai yang sudah tak layak lagi untuk dinamakan kasur, mungkin lebih baik jika ini dinamakan karpet. dibelakangku terduduk seorang sahabat yang telah lama bersamaku, yang selalu mendukung semua yang terbaik bagiku. sudah dua malam semenjak aku sampai di rumah munyil kami ini, dia tak berhenti menangis, sakit hati dan kekecewaan yang ku rasakan, ternyata berdampak kepada semua teman-teman yang selalu mendukungku untuk bertahan denganmu.

apa kau tau? pilihanmu telah menyakiti banyak orang disekitarku, mereka adalah wanita-wanita muda yang mengagumi sosokmu dari perjalanan kisahku. mereka adalah teman-temanku yang selalu memandangmu hebat, itu karena, kau mampu membuatku memberikan hatiku padamu. sesok wanita yang sulit untuk jatuh cinta, tlah sukses mencintaimu dengan apa adanya. mencintai kekurangan ataupun kelebihanmu, mencintaimu dengan tulus semua yang ada padamu.

aku adalah wanita yang mudah mengagumi lelaki, tapi untuk mencintainya, itu bukan hal yang mudah begitu pula melupakan seseorg yg telah berhasil aku cintai, seperti kamu. hari ini, aku hanya mampu berdiam diri, memikirkan apa yang sedang kau kerjakan, apa kau sudah makan, jam berapa kau pulang kuliah, jam berapa kau berkumpul di kontrakn temanmu untuk megerjakan tugas rutin, dan apakah kau memikirkanku? pertanyaan konyol yang menghantui pikiranku satu hari ini, dan aku hanya bisa ber"sms"n ria dengan nomer mu yang sudah tidak aktif mulai tadi siang. trimakasih telah mengabulkan permintaanku, dalam 4th ini nomer itu yang slalu menemani kita, dia yang mempertahankn kita maz.

aku berharap, besok aku bangun dengan nafas semangat yang baru, biarkan namamu tetap bersemayam dhatiku. tak ada niatku untuk melupakanmu, aku menyayangimu slalu, tapi maaf, aku tak mampu disampingmu saat ini. aku memikirkan perasaan wanita itu. . .

GALAUeeeerz

*mentari mulai mengintip dari kelamnya sang malam,
mencoba melawan berjuta gelap yang menahannya,.
namun, ada apa dengan hari ini?
mentari tak mampu mengalahkan gelap yang menenggelamkannya,

ketika waktu terus berjalan, ku sadari senyum mentari tak mampu ku nikmati dengan penuh,.
seakan hati mulai menangis, meneteskan berjuta air mata,.
ku rindukan hangat sentuhan sang fajar,
ku harapkan dekapan cahaya pagi ini,.
dimana?? kemana??
entah apa yang harus aku lakukan untuk menemukannya...

*mentari mulai lelah,.
dengan tenaga yang tersisa, mentari terus melawan cengkeraman sang gelap,.sampai ia temukan celah, yang membuatnya mampu memberikan warna bagi dunia hari ini,.
dengan senyum hangatnya, mentari mulai menyapa dunia...

kini gelap telah pergi, petir dan awan hitam telah terusir..
mentari utuh menghangatkan dunia,.
bunga dan burung2 pun mulai bernyanyi,.
aku hanya termenung,
mencoba menikmati indahnya senyuman mentari, yang dulu kita nikmati bersama...mentari telah kembali disampingku,
mendekapku dengan kehangatannya..mencoba mengusir kegalauaan ku, karena kehilanganmu..mencoba membahagiakanku yang telah jauh dari sentuhanmu.tak akan ku pelihara kegalauan ini,.
karena cahaya mentari telah hadir untuk mendampingi kesendirianku,.
hanya berharap, galau ini cepat berlalu,.
agar aku mampu bernyanyi bersama sang merpati dan si cantik melati ^_^

Kisah Klasik

Terlintas semua bayangan antara kau dan aku, rumput hijau SMA N 7 Purworejo sampai ke panasnya kota Jogja.
Malam itu udara terasa sangat dingin, kau datang dengan kuda X mu, duduk bersama di teras WISMA Belimbing dan berkata " maz g akn pcr, sblm maz pnya pegangan" aku pun tersenyum dan menjawabnya " adx akn menunggu".
dimalam yang lain kita bercanda bersama 2 sepupu paklek dan bulekmu. Seakan aku telah menjadi bagian dari keluargamu. kau antar aku pulang, menembus dinginnya angin malam, kita menyusuri jalan itu berdua. Setiap kau berpamitan, tak lupa ku kecup tanganmu, bukti bakti dan kesungguhanku menantimu.

Terbayang saat teman2mu menelfonku memakai HPmu, mencoba mencari tau, siapa aku. Q sadari lagi, kau menambah jumlah sahabat2ku. kau hadirkan warna berbeda dalam duniaku, kau hiasi hati ini dengan celotehan bodohmu. teringat kembali saat kau bilang "nek aku rag sayang n peduli ro kwe, wis tak rusak kwe" kau luruskan niatku yang hampir saja terjebak dalam kelamnya pergaulan.

Ingatkah kau malam itu, saat kau telah berdiam di negara ilmu. slah satu temanmu berkata pada q kalau kau main ke tempat teman wanitamu, mahasiswi UGM, kau lupa waktu, dan pulang jam 12 malam. Aku marah, marah dan marah, saat itu juga, malam itu juga, kau pulang ke kota tenang, ke tempat dmn aku menahan rasa marah, kau ketuk pintu, dan ku luapkan semua marahq pd mu, dengan tenang kau berkata "wis rampung ngamuke?" saat itu kau tersenyum, kau jelaskan dengan tenang. dan sejak saat itu, kau selalu mampu membuatku lupa akan marah atau cemburuku.

ingatkah kau, 2 malam yang lalu?
kau telfon aku, kau tenangkan hatiku yang terbakar cemburu oleh salah satu teman wanitamu, sungguh aku merasa, kau tak mau, aku pergi darimu. ingatkah kau, saat kau tegarkan aku, ketika aku mulai jauh darimu? ingatkah kau, setiap hari selalu celotehan 2 gila yang kita obrolkan?
hampir 4th sudah, dan tak ada hariku yang ku lewatkan tanpa suaramu.
tak ada rahasia yang aku simpan tanpa ku bagikan denganmu,..

ingatkah kau ketika kita berbego ria, aku brekata " ndang kono pacaran, ben ngrasake, le pentingkn suk nikahe ro q" baru kemarin malam, aku katakan kalimat seperti itu lagi, tak ada yang menyadari, kemarin malaikat me AMIN i celotehanku. kini kau coba jalani hidup dengan wanita yang baru saja kau kenal, dengan tegar aku berkata " rag po2, aku rag bakal ninggalke koe kok, aku rag ngamuk, wis kadung jadiankn, di urusi wae"

terbayang kembali saat aku dlm posisimu, saat aku berpcrn dan mulai jenuh, kau slalu bilang " ptus wae nek pcrn mung gawe kwe strees, nek emang kwe nyaman, y jalani, q malah brsyukur ana sing jagani kwe" ku coba katakan hal yang sama tadi malam. dengan air mata yang tak mampu lagi ku bendung, untuk pertama kalinya aku terlihat dewasa di depanmu, ku ajak kau ngobrol " aku sering menyakiti lelaki, tp aku mampu memperbaiki, itu karena mereka lelaki, tp A*** dia wanita maz, tak mngkin aku mau menyakitinya, kau yang memilih jalan ini, cukup aku saja yang tersakiti. ganti nomermu, selama ini kmunikasilah yg membuat kita bertahan, jika tak ada kmunikasi, kita akn jauh, tak ada yg akn trsakiti, cukup aku" kau hanya diam, seorang lelaki yang slalu crewet, gila, hobi debat, keras kepala yang selama ini aku kenal, malam tadi kau hanya diam, kau terkunci oleh pilihanmu sendiri " kau yang memilihnya maz, dan aku tak mau menyakiti hati wanita yg baru kau kenal dan skrg dplukmu" satu kata yang keluar "tetep rag iso". "demi aku, please" entah kata atau desahan yg keluar dr mulutmu "ya" kau terlihat beda malam tadi, begitu diam, terlalu banyak diam, dan aku tak bisa apa2, ini pilihanmu.


dengan air mata yang masih mengalir, ku coba tenangkan diri. rasa bersalah karena tak mampu bertahan disisimu, membuatku teringat setiap saat setiap waktu, kau selalu ada disisiku, walau aku memiliki seorg pcr. tp maaf, aku tak mngkin menyakiti hati wanita itu, karena aku juga wanita. aku block FBmu, agar lengkap sdah, tak akn ada yg bs aku hubungi drmu, aku sempurnakan niatmu, aku lengkapi keretakn dniatmu, semoga kau mampu menyayanginya. jaga dia, seperti kau menjagaku.


ingat kata2 mu"tak ada gading yang tak retak, aku hanya manusia yang tak sempurna, aku hanya memiliki niat yang diiringi doa, bisa atau tidaknya, keputusan akhir ada di tangan_Nya"
"semua akan indah pada waktunya maz, ALLAH bersama kita, semoga dia bisa menggeser posisiku dihatimu, jika kita jodoh, pasti akan berjumpa suatu saat nanti, jika tidak, ALLAH telah menyiapkan yang lebih baik buat kita"


tak mampu aku berkata, sedikit kisah LEBAY dari Ella Ci'e Lebay.