Terlintas semua bayangan antara kau dan aku, rumput hijau SMA N 7 Purworejo sampai ke panasnya kota Jogja.
Malam itu udara terasa sangat dingin, kau datang dengan kuda X mu, duduk bersama di teras WISMA Belimbing dan berkata " maz g akn pcr, sblm maz pnya pegangan" aku pun tersenyum dan menjawabnya " adx akn menunggu".
dimalam yang lain kita bercanda bersama 2 sepupu paklek dan bulekmu. Seakan aku telah menjadi bagian dari keluargamu. kau antar aku pulang, menembus dinginnya angin malam, kita menyusuri jalan itu berdua. Setiap kau berpamitan, tak lupa ku kecup tanganmu, bukti bakti dan kesungguhanku menantimu.
Terbayang saat teman2mu menelfonku memakai HPmu, mencoba mencari tau, siapa aku. Q sadari lagi, kau menambah jumlah sahabat2ku. kau hadirkan warna berbeda dalam duniaku, kau hiasi hati ini dengan celotehan bodohmu. teringat kembali saat kau bilang "nek aku rag sayang n peduli ro kwe, wis tak rusak kwe" kau luruskan niatku yang hampir saja terjebak dalam kelamnya pergaulan.
Ingatkah kau malam itu, saat kau telah berdiam di negara ilmu. slah satu temanmu berkata pada q kalau kau main ke tempat teman wanitamu, mahasiswi UGM, kau lupa waktu, dan pulang jam 12 malam. Aku marah, marah dan marah, saat itu juga, malam itu juga, kau pulang ke kota tenang, ke tempat dmn aku menahan rasa marah, kau ketuk pintu, dan ku luapkan semua marahq pd mu, dengan tenang kau berkata "wis rampung ngamuke?" saat itu kau tersenyum, kau jelaskan dengan tenang. dan sejak saat itu, kau selalu mampu membuatku lupa akan marah atau cemburuku.
ingatkah kau, 2 malam yang lalu?
kau telfon aku, kau tenangkan hatiku yang terbakar cemburu oleh salah satu teman wanitamu, sungguh aku merasa, kau tak mau, aku pergi darimu. ingatkah kau, saat kau tegarkan aku, ketika aku mulai jauh darimu? ingatkah kau, setiap hari selalu celotehan 2 gila yang kita obrolkan?
hampir 4th sudah, dan tak ada hariku yang ku lewatkan tanpa suaramu.
tak ada rahasia yang aku simpan tanpa ku bagikan denganmu,..
ingatkah kau ketika kita berbego ria, aku brekata " ndang kono pacaran, ben ngrasake, le pentingkn suk nikahe ro q" baru kemarin malam, aku katakan kalimat seperti itu lagi, tak ada yang menyadari, kemarin malaikat me AMIN i celotehanku. kini kau coba jalani hidup dengan wanita yang baru saja kau kenal, dengan tegar aku berkata " rag po2, aku rag bakal ninggalke koe kok, aku rag ngamuk, wis kadung jadiankn, di urusi wae"
terbayang kembali saat aku dlm posisimu, saat aku berpcrn dan mulai jenuh, kau slalu bilang " ptus wae nek pcrn mung gawe kwe strees, nek emang kwe nyaman, y jalani, q malah brsyukur ana sing jagani kwe" ku coba katakan hal yang sama tadi malam. dengan air mata yang tak mampu lagi ku bendung, untuk pertama kalinya aku terlihat dewasa di depanmu, ku ajak kau ngobrol " aku sering menyakiti lelaki, tp aku mampu memperbaiki, itu karena mereka lelaki, tp A*** dia wanita maz, tak mngkin aku mau menyakitinya, kau yang memilih jalan ini, cukup aku saja yang tersakiti. ganti nomermu, selama ini kmunikasilah yg membuat kita bertahan, jika tak ada kmunikasi, kita akn jauh, tak ada yg akn trsakiti, cukup aku" kau hanya diam, seorang lelaki yang slalu crewet, gila, hobi debat, keras kepala yang selama ini aku kenal, malam tadi kau hanya diam, kau terkunci oleh pilihanmu sendiri " kau yang memilihnya maz, dan aku tak mau menyakiti hati wanita yg baru kau kenal dan skrg dplukmu" satu kata yang keluar "tetep rag iso". "demi aku, please" entah kata atau desahan yg keluar dr mulutmu "ya" kau terlihat beda malam tadi, begitu diam, terlalu banyak diam, dan aku tak bisa apa2, ini pilihanmu.
dengan air mata yang masih mengalir, ku coba tenangkan diri. rasa bersalah karena tak mampu bertahan disisimu, membuatku teringat setiap saat setiap waktu, kau selalu ada disisiku, walau aku memiliki seorg pcr. tp maaf, aku tak mngkin menyakiti hati wanita itu, karena aku juga wanita. aku block FBmu, agar lengkap sdah, tak akn ada yg bs aku hubungi drmu, aku sempurnakan niatmu, aku lengkapi keretakn dniatmu, semoga kau mampu menyayanginya. jaga dia, seperti kau menjagaku.
ingat kata2 mu"tak ada gading yang tak retak, aku hanya manusia yang tak sempurna, aku hanya memiliki niat yang diiringi doa, bisa atau tidaknya, keputusan akhir ada di tangan_Nya"
"semua akan indah pada waktunya maz, ALLAH bersama kita, semoga dia bisa menggeser posisiku dihatimu, jika kita jodoh, pasti akan berjumpa suatu saat nanti, jika tidak, ALLAH telah menyiapkan yang lebih baik buat kita"
tak mampu aku berkata, sedikit kisah LEBAY dari Ella Ci'e Lebay.
0 komentar:
Posting Komentar