Jumat, 07 Januari 2011

Kaca Mata Merk Apakah ini?

Ya...Entah judul apa yang harus ku berikan pada goresan tintaku kali kali ini, sekedar coretan tentang pengalaman ku pada suatu hari tepatnya 7 January 2011, malam hari ku melangkahkan kaki keluar rumah kos tercinta, mencoba menghirup udara malam disekitar kampus UNY tercinta sembari menemani sahabatku membeli tas.

Baru beberapa langkah yang ku tempuh, deretan pertokoan mulai menghiasi bayangan di depan mataku, indah sungguh indah suasana malam di jogja, ribuan lampu kota, sorotan lampu kendaraan dan bisingnya suara mesin bercampur ramainya perbincangan manusia Jogja. Entah itu disebut polusi suara atau apa, yang jelas ini benar-benar indah bagi orang desa yang merantau ke kota Jogja seperti aku ini.

Satu dua toko mulai ku masuki, namun belum ada tas yang cocok dihati sahabatku. tibalah kami di toko ketiga, sebut saja toko "RW", ku mulai belokan langkahku menuju ke dalam toko tersebut, dingin...ya tatapan dingin dan sambutan yang sangat tidak mencerminkan bahwa mereka pencual dan kami pembeli, banyak yang bilang pembeli adalah raja,namun nyatanya apa? bahkan selama kami berada didalam toko tersebut tak sepatah katapun keluar dari mulut dua karyawan toko yang berjaga malam itu. Sampai akhirnya datang seorang wanita dengan gaya yang "WAH" bisa dibilang inilah wanita Jogja, dilihat dari segi penampilanya, cara berpakaian, dandanan sampai barang-barang yang dia pakai benar-benar pencerminkan bahwa dia lah wanita yang sering disebut wanita modern. Alhasil, perlakuan yang sangat ramahpun dia dapat dari karyawan toko tersebut, mulai dari anting merambat keseluruh barang demi barang yang ada di toko tersebut ditawarkannya kepada wanita tersebut demi senyum sempurna sebagai bumbunya.

Dari situ saya mengingat perkataan dosen b.inggris saya, kalau tidak salah beliau berkata begini "Penampilan itu penting, jika kamu ingin diperhatikan maka perhatikanlah penampilanmu". Yupz..sama sekali tak ku ungkiri kebenaran dari perkataan dosenku itu, namun apa harus dengan penampilan yang seperti wanita tersebut dahulu agar kita dihargai dilingkungan Jogja ini?

aku yakin seutuhnya, tak semua orang Jogja seperti dua karyawan toko yang ku temui malam itu dan semoga masih banyak orang yang berkaca-mata lain dari mereka. Semoga masih banyak orang yang menghargai orang lain bukan hanya dari segi penampilan semata, karena semua orang berhak mendapatkan keramahan dan perlakuan yang baik dari sesamanya.

0 komentar:

Posting Komentar